|
Info & Tips
Bisakah Pria Tertular Bakteri dalam Vagina? Posted on Jun 22, 2010 9:33:23
Pertumbuhan bakteri normal dalam vagina yang berlebihan dapat
menimbulkan gejala-gejala yang menjengkelkan pada wanita, terutama yang
sudah menikah. Bisakah bakteri dalam vagina menular ke pria saat
hubungan intim?
Ada beberapa jenis bakteri yang memang secara
alami hidup di vagina dan dapat tumbuh berlebihan. Pertumbuhan berlebih
dari bakteri normal dalam vagina itu disebut bakterial vaginosis Gejala bakterial vaginosis antara lain
vagina mengeluarkan cairan, iritasi dan berbau.
Beberapa faktor
telah diidentifikasi dapat meningkatkan peluang terjadinya bakterial
vaginosis, seperti berhubungan dengan banyak pria, merokok, pola makan
tak sehat,
kelelahan, menggunakan bahan kimia (cairan pembersih), atau obat-obatan
tertentu.
Nah, yang sering menjadi pertanyaan adalah bila seorang
wanita mengalami bakterial vaginosis dan aktif melakukan hubungan
seksual, apakah pasangannya atau si pria dapat tertular bakteri yang
berlebihan tumbuh vagina?
Seperti dilansir dari Ehow,
Senin (21/6/2010), secara teknis, bakterial vaginosis bukanlah penyakit
menular seksual (PMS). Tapi banyak wanita yang mengklaim sering
mengalami gejala berulang dari bakterial vaginosis setelah melakukan
hubungan seksual.
Pada dasarnya, pria tidak dapat tertular
bakterial vaginosis karena tidak mempunyai vagina. Namun, bakteri yang
menyebabkan bakterial vaginosis dapat ditularkan ke orang lain melalui kontak seksual dengan perantara pria. Pria dapat membawa
bakteri berbahaya penyebab bakterial vaginosis dalam uretra melalui
transmisi seksual. Bakteri ini bisa kembali menginfeksi si wanita
tersebut atau wanita lain melalui perantara pria. Jadi, meskipun pria
tidak bisa tertular, tapi pria sangat berperan dalam penularan serta
usaha menghambat dan menyingkirkan bakterial vaginosis.
Itulah
sebabnya, ketika seorang wanita didiagnosis dengan bakterial vaginosis,
maka ia dan pasangannya harus mencari pengobatan secara bersama.
Meskipun penyakit
ini bukanlah PMS dan cenderung tidak berbahaya, ada baiknya melakukan
pencegahan dengan cara-cara seperti dilansir dari NYC, yaitu:
- Selalu menggunakan kondom
- Tidak berhubungan dengan banyak dan berganti-ganti pasangan
- Hindari alkohol dan obat-obatan ketika berhubungan seksual
Sumber : health.detik
|