»Daftar Sekarang!
»Lupa password anda?
Penyakit  |  Obat  |  Tes Kesehatan  |  Info & Tips

Info & Tips

Sekali Semprot `Edi` Teratasi
Posted on Jun 03, 2010 16:29:36

Ejakulasi dini atau sering disebut edi, merupakan masalah pembuat frustasi yang dialami oleh banyak pria di mana pun. Untungnya, ini salah satu masalah seks yang paling mudah diatasi.

Penelitian terbaru terhadap obat-obatan menunjukkan obat semprot (spray) yang disebut PSD502 menunjukkan obat ini mampu menunda ejakulasi hingga lima kali lebih lama. Pada umumnya pria yang mengalami edi penetrasinya hanya mampu bertahan satu menit di dalam vagina.

Ini adalah penelitian pertama yang diujicoba langsung kepada pria. Sekitar 530 pria yang menderita edi. Ketika penis mereka disemprot dengan PSD502 lima menit sebelum penetrasi mampu menunda ejakulasinya hingga tiga menit setelah tiga bulan perawatan. Durasi itu lebih lama dibanding dengan pria yang mendapat placebo karena mereka cuma mampu bertahan 30 detik.

Studi lain menyebutkan, PSD502 juga bekerja pada pria edi yang disunat atau pun tidak, namun pria yang tidak disunat mendapatkan manfaat lebih banyak. Hal ini diduga karena obat ini harus disemprot ke bagian kepala penis sehingga pada pria yang tidak disunat bagian yang disemprot lebih banyak.

Sejauh ini efek samping yang dirasakan sangat sedikit. Dilaporkan sekitar 6,1 persen responden yang mengeluhkan adanya efek samping berupa kehilangan kemampuan ereksi, serta efek samping yang dikeluhkan pasangannya berupa sensasi rasa panas di vagina.

Obat PSD502 ini masih tergolong baru dan belum dipasarkan sehingga perusahaan farmasi belum memberikan nama dagang. Informasi terakhir, hasil penelitian ini akan menjadi acuan bagi FDA untuk mengeluarkan izin. Dengan demikian pria penderita ejakulasi dini bisa mengatasi masalahnya.

sumber : kesehatan.kompas


 
 
Join Us, FREE!
Home | Privacy Policy | Terms & Conditions | Guestbook | Contact Us | Tim TanyaDokter.com
Informasi yang tersedia di situs ini dimaksudkan hanya untuk pengetahuan umum saja, bukan untuk menggantikan saran dokter Anda, juga bukan
untuk pengobatan kondisi medis khusus.Informasi ini juga bukan untuk menegakkan diagnosis penyakit atau mengobati penyakit tanpa berkonsultasi
dulu dengan dokter Anda. Anda dapat menanyakan kondisi medis anda di halaman konsultasi kami atau ke dokter Anda secara langsung.
© Copyright 2006-2010 TanyaDokter. All Rights Reserved. Powered by Menaravisi