»Daftar Sekarang!
»Lupa password anda?



Pencarian
CONSULTATION » KESEHATAN JANTUNG & PEMBULUH DARAH » KEKENTALAN DARAH
CONSULTATION TOPIC : KEKENTALAN DARAH
FromMessage
windri Posted : 8/4/2008 4:06:59 PM

Dok, Saya baca penjelasan dokter ke Fifie mengenai INR. Kata dokter bagi orang normal INR antara 0,9 - 1,3. Kalau yang menggunakan obat warfarin 2- 3. 1. Dulu saya minum simarc dari hematolog, kemudian karena bosan saya sempat berhenti beberapa bulan. Saat datang lagi ke dokter, saya periksa INR dul dan ternyata 1,1 (tanpa obat). Artinya sebetulnya tanpa obat simarc INR saya sudah termasuk normal donk ya Dok. Tapi kenapa pengobatan diteruskan tanpa ada pemeriksaan darah, hanya 2 minggu kemudian setelah diberi dosis simarc saya disuruh cek INR lagi ? 2. Dengan simarc ini INR saya dalam batas normal terus. Kata hematolog boleh lanjutin prog hamil. Apakah kalau begitu telat mens, periksa test pack kemudian langsung berhenti simarc akan berbahaya juga untuk janin ? Hematolognya pernah bilang nanti kalau hamil harus langsung konsultasi lagi. 3. Apakah simarc ini berbahaya untuk janin atau juga berbahaya atau dapat mempengaruhi proses pembuahan ? Terima kasih Dok Windri
Tim Tanya Dokter Posted : 8/4/2008 9:28:37 PM

Dear Windri. Langsung saja ya... Menurut sepengetahuan kami, sejauh ini simarc tidak menimbulkan efek samping. Kami meluruskan saja maksud dokter anda yang mengatakan apabila anda dinyatakan positif hamil harus langsung konsultasi kepada dokter tersebut artinya selama anda hamil anda harus terus di kontrol tingkat kekentalan darahnya, karena apabila kekentalan darah anda tinggi, hal itu dapat membahayakan janin anda. Jadi bukan dari simarc nya... Sekian dari kami semoga dapat sedikit membantu anda.

Jawaban ini dimaksudkan hanya untuk membantu anda mengetahui lebih jauh mengenai kondisi medis anda dan bukan untuk menggantikan konsultasi dokter secara tatap muka langsung. Kami tetap menyarankan anda untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter anda untuk pemeriksaan fisik yang lebih lengkap dan pengobatan yang tepat jika keluhan anda memang membutuhkan penanganan dokter secara langsung.

windri Posted : 10/10/2008 2:35:41 PM

Dok, Sebenarnya apa bedanya hyperkoagulasi dengan hyperagregasi ? Soalnya ada beberapa kasus yang memeriksa hyperkoagulasi melalui pemeriksaan INR sehingga diberikan simarc2. Tetapi ada kasus yang hanya memeriksa agregasi trombosit tanpa memeriksa INR sehingga diberikan obat plavix dan sejenisnya. Sepertinya tergantung dokternya, padahal menurut saya beda treatmentnya. Contohnya Bapak saya selama ini hanya memeriksa agregasi trombosit dan minum plavix. Setelah saya anjurkan untuk pindah ke hematolog saya baru disuruh periksa INR dan harus minum simarc. Terima kasih Windri
Tim Tanya Dokter Posted : 10/12/2008 12:24:00 AM

Hallo, Windri. Tiap obat mengikut setiap diagnosa dari dokter anda. Perubahan dari dokter satu ke yang satu bukan hanya berdasarkan beda pandangan antara dokter, namun juga beda kondisi serta keadaan saat ditegakannya suatu diagnosa. Seperti pada kasus bapak anda, pemberian plavix mempunyai indikasi untuk pencegahan atau pencegahan suatu atherothrombotik atau pembekuan pada kasus-kasus kerusakan otot jantung, pasca stroke serta penyakit pembuluh darah tepi. Pada saat pemberian Simarc tidak menguntungkan tentu saja obat pilihan lain seperti plavix dan lainnya diberikan untuk kondisi saat itu. Saya tidak dapat menyimpulkan hal ini karena ini merupakan suatu hal yang harus ditanyakan secara langsung kepada dokter anda. Mengenai pemberian Simarc memang harus dilakukan pemeriksaan INR terlebih dahulu sebagai dosis inisiasi atau awal dari terapi. Idealnya pemeriksaan INR harus dilakukan namun pada pemberian kedua untuk Simarc pada umumnya tidak dilakukan pemeriksaan INR ulang kecuali ada kondisi yang mengharuskan. Hiperkoagulasi merupakan suatu kelainan pembekuan darah. Pada kondisi ini pasien lebih mudah terjadi suatu bekuan darah dalam pembuluh darahnya. Gangguan ini terjadi pada fakor-faktor anti pembekuan darah dan pada umumnya merupakan penyakit keturunanan. Hiperagregasi terdapat pada dua bagian dari sel darah merah yaitu sel darah merah itu sendiri (eritrosit) dan pada platelet atau trombosit. Pada hal hiperagregasi platelet dapat menimbulkan suatu kondisi yang sama pada hiperkoagulasi yaitu sumbatan pada pembuluh darah. Sebenarnya lebih banyak penjelasan akan hal ini namun secara singkat perbedaaannya adalah pada hiperkoagulasi terjadi kelainan pada faktor pembekuan darah sedangkan hiperagregasi terjadi peningkatan aktivitas pada sel darah merah. Demikian penjelasan saya, semoga dapat membantu.

Jawaban ini dimaksudkan hanya untuk membantu anda mengetahui lebih jauh mengenai kondisi medis anda dan bukan untuk menggantikan konsultasi dokter secara tatap muka langsung. Kami tetap menyarankan anda untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter anda untuk pemeriksaan fisik yang lebih lengkap dan pengobatan yang tepat jika keluhan anda memang membutuhkan penanganan dokter secara langsung.

facebook twitter
Home | Privacy Policy | Terms & Conditions | Guestbook | Contact Us | Tim TanyaDokter.com
Informasi yang tersedia di situs ini dimaksudkan hanya untuk pengetahuan umum saja, bukan untuk menggantikan saran dokter Anda, juga bukan
untuk pengobatan kondisi medis khusus.Informasi ini juga bukan untuk menegakkan diagnosis penyakit atau mengobati penyakit tanpa berkonsultasi
dulu dengan dokter Anda. Anda dapat menanyakan kondisi medis anda di halaman konsultasi kami atau ke dokter Anda secara langsung.
© Copyright 2006-2014 TanyaDokter. All Rights Reserved. Powered by Menaravisi